Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Peribahasa Indonesia Lengkap T (1)

Kumpulan Peribahasa Indonesia Lengkap + Artinya yang Diawali dengan Huruf "T" - Bagian 1 dari 4 1. Tahan jerat sorong kepala. Siapa pun yang berniat menghancurkan orang lain, ia pasti akan hancur juga. Tindakan mencelakakan diri sendiri. 2. Tahu makan, tahu simpan. Dapat menyimpan rahasia dengan baik.     3. Tajam pisau karena diasah. Orang menjadi pandai karena rajin belajar. 4. Tak ada bukit yang tak dapat didaki, tak ada lurah yang tak dapat dituruni. Tidak ada pekerjaan yang sulit asal ada kemauan dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh. 5. Tak ada gading yang tak retak. Segala sesuatu tidak ada yang sempurna, pasti ada kekurangannya.     6. Tak ada gunung yang tak dapat didaki, tak ada lurah yang tak dapat dituruni. Asal ada kemauan, bekerja keras dan tekun berusaha, tak ada pekerjaan yang tidak berhasil.         7. Tak ada guruh bagi orang peka, tak ada kilat bagi orang buta. Orang yang bodoh tak ak...

Peribahasa Indonesia Lengkap T (2)

Kumpulan Peribahasa Indonesia Lengkap + Artinya yang Diawali dengan Huruf "T" - Bagian 2 dari 4 41. Takut akan bayang-bayangnya sendiri. Selalu merasa ketakutan karena ulah dan perbuatan sendiri.      42. Takut akan kutu dibuang kain. Membuang yang besar hanya karena takut bahaya yang kecil.   43. Takut akan mayat, terpeluk bangkai. Mendapat musibah baru setelah menghindari sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakuti.    44. Takut titik, lalu tumpah. Karena tidak mau rugi sedikitpun, akhirnya malah rugi lebih banyak.     45. Tali lilin tiga itu tak suang-suang putus. Orang yang bersatu dalam melakukan suatu pekerjaan, selalu berhasil dalam usahanya. 46. Tamak hilang malu, loba dapat kebinasaan. Orang yang berbuat jahat karena penghasilannya sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup.  47. Tambah air tambah sagu. Jika pekerjaannya bertambah, maka akan bertambah pula penghasilannya.     ...

Peribahasa Indonesia Lengkap T (3)

Kumpulan Peribahasa Indonesia Lengkap + Artinya yang Diawali dengan Huruf "T" - Bagian 3 dari 4 81. Terbujur lalu terbelintang patah. Siapa menentang akan binasa dan siapa yang menurut akan selamat.   82. Terbulang di ayam betina. Menyuruh orang yang dikira pemberani, ternyata sangat penakut.        83. Terdorong jejak menurun, tertukik jejak mendaki. Suatu masalah yang sudah jelas; cukup dengan tanda buktinya. 84. Terdorong kata minta dipulangkan, terdorong langkah minta dikembalikan. Apabila ada yang salah, mohon dimaafkan.          85. Terentak ruas ke buku. Kehilangan akal        86. Terikat kaki tangan. Tidak bisa berbuat apa-apa karena di bawah kekuasaan orang lain. 87. Terkatung-katung macam biduk patah kemudi. Seseorang yang hidup di perantauan dan tidak ada seorang pun yang menolong.         88. Terkena pada ik...

Peribahasa Indonesia Lengkap T (4)

Kumpulan Peribahasa Indonesia Lengkap + Artinya yang Diawali dengan Huruf "T" - Bagian 4 dari 4 121. Tidak disangka akan karam, ombak yang kecil diabaikan. Tidak menghiraukan bencana kecil sehingga mendapat musibah yang lebih besar.       122. Tidak kekal bunga di karang. Kesenangan, kemuliaan dan kekayaan tidak akan abadi dan bersifat sementara.        123. Tidak laku di akad. Barang yang tidak ada harganya lagi.        124. Tidak lekang oleh panas, tidak lapuk oleh hujan. Tidak ada yang berubah, sama seperti semula.     125. Tidak membesarkan air. Tidak ada yang bisa diharapkan.     126. Tidak sakit minum obat. Hal yang sudah lebih baik diperbaiki lagi, akhirnya jadi menyusahkan diri sendiri.        127. Tidak tanahnya akan menjadi padi. Meninggikan martabat seseorang yang jahat adalah sia-sia.  ...

Peribahasa Indonesia Lengkap U

Kumpulan Peribahasa Indonesia Lengkap + Artinya yang Diawali dengan Huruf "U" 1. Udang tak tahu di bungkuknya, orang tak tahu di buruknya. Orang yang tidak menyadari keburukan atau kesalahannya sendiri.       2. Ujung hilang, pangkal terbenam. Keuntungan tidak diterima, sedangkan modal telah berkurang banyak. 3. Ular berkepala dua. Tidak berpendirian, hanya mencari keuntungan sendiri saja.       4. Ular dipukul jangan mati, pemukul jangan patah, tanah dipadu jangan lembang. Memutuskan suatu perkara hendaklah dengan seadil-adilnya.     5. Umpama batik lasum, makin dibasuh makin berbau. Orang yang baik bila dididik terus-menerus pasti akan menjadi lebih baik lagi.   6. Umpama buah kepayang, dimakan mabuk, dibuang sayang. Serba sulit, tidak mudah mengambil keputusan.    7. Umpama memerah nyiur, santan diambil, ampas dibuang. Tingkah laku orang yang buruk jangan ditiru, tirulah ting...